Beberapa hari kemarin aku janjian dengan teman – temanku yang lain buat nonton film bareng. Sekedar melepas kangen aja, secara sudah lama juga kami nggak ketemu. Biasanya ketemu hampir tiap hari, kuliah bareng, di organisasi bareng, sampe kalo pun beberapa dari kami lagi ada yang dapet job, kami sering keluar bareng cuman buat makan or nonton film. Wah, jadi kangen suasana ramenya nih. Kebetulan hari Kamis kemarin semua bisa ketemuan. Eh, pas harinya, satu orang temen ku nggak bisa dateng. Dan alasannya cukup bikin aku geli sendiri. Temenku itu nggak bisa dateng karena sakit gigi. Wah wah, masa sudah segede ini masih suka sakit gigi? Ada – ada saja, hehehe.
Ternyata kawanku itu nggak sendirian. Pernah setelah kejadian itu, aku ngobrol dengan teman ku yang lain via Nimbuzz, alias chatting. Waktu itu sekitar jam 3 pagi. Aku sendiri sudah tidur jam segitu, tapi kebangun karena waktu itu kebetulan aku lagi berada di kereta, dalam perjalanan ke Palembang, ke tempat nenekku. Aku sempat nanya sama temanku itu, kok belum tidur juga? Dan, ternyata temanku itu juga punya problem dengan giginya. “ Gigi gw sakit.” Wah, ternyata sakit gigi bisa juga menyerang kita – kita yang bukan anak kecil lagi.
Mungkin masih banyak orang yang kurang sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi, termasuk aku. Paling banter ya gosok gigi dua kali sehari, itu doang. Padahal, katanya tingkat kesehatan mulut bisa dijadikan indicator kesehatan tubuh seseorang. Sudah banyak riset yang membuktikan bahwa adanya infeksi mulut berkaitan dengan penyakit jantung dan paru – paru. Bahkan pengaruhnya sampai ke penyakit diabetes, hingga berat bayi yang rendah sampai kelahiran premature. Aku sendiri baru tahu tentang pengaruh sakit gigi yang sampai sebegitu jauhnya.
Aku bukan ahli gigi lho. Tapi sejauh yang aku tau, ada empat factor penyebab kerusakan gigi, yaitu makanan, terutama senyawa gula dan asam, bakteri mulut, kepekaan gigi, dan lama kontak. Menurut buku, makanan yang kita makan bisa dengan mudah difermentasi oleh bakteri mulut menjadi senyawa asam. Sedangkan sukirosa (gula tebu) sering disebut sebagai penyebab gigi berlubang, dan mudah difermentasi hingga membentuk makromolekul yang lengket. Makromolekul ini bisa menimbulkan plak pada gigi dan menghalangi air ludah (saliva)yang ternyata berfungsi mencuci asam – asam yang ada.
Nah, berikut ini lima tips yang bisa buat gigi dan mulut kita lebih kuat:
1. Gosok Gigi
Gosok gigi dua kali secara teratur bisa mencegah plak – plak dan membuang sisa makanan sehingga bisa mencegah kerusakan gigi bertambah parah. Rata – rata orang menyikat gigi selama 45 detik. Tapi cobalah menyikat gigi selama dua menit agar gigi benar – benar bersih.
2. Jangan Lupa Menyikat Lidah
Mulut mengandung berbagai bakteri, dan sebagian bakteri dapat tumbuh di lidah. Tak jarang, bakteri di lidah ini dapat menimbulkan bau mulut. Kebayang dong, wajah sudah dipoles, pakaian oke punya, tapi sewaktu ngomong eh bau mulut! Hmm, bisa mengurangi ‘nilai’ kita tuh.
3. Kurangi Ngemil
Waktu santai memang paling enak kalo sambil ngemil. Tapi jangan keseringan lho. Snack mempunyai kadar gula yang cukup tinggi sehingga bisa memberikan ‘vitamin’ dalam pertumbuhan bakteri mulut. Dalam waktu sekitar 20 menit setelah ngemil, bakteri akan menghasilkan senyawa asam seperti asetat, format, dan laktat yang bisa menyerang email gigi. Ngemil berarti menambah waktu kontak senyawa asam dengan gigi sehingga memperburuk kesehatan gigi. Berkumur sehabis ngemil setidaknya bisa membantu mengurangi sisa makanan yang masih nyangkut di gigi dan mengencerkan zat asam di mulut.
4. Hati – hati dengan Minuman Bersoda
Minuman bersoda hampir tidak mempunyai manfaat bagi mulut maupun tubuh kita. Selain salah satu factor penyebab obesitas, gula di dalam minuman ringan bersoda dapat menjadi nutrisi untuk pertumbuhan bakteri mulut, sama seperti snack. Kalaupun komposisi minumannya tanpa gula, adanya asam sitrat dan fosfat hingga pH 2 (tingkatan asam tertinggin nomor 2) dapat menggerus akar dan email gigi. Nah, bila ingin meminum minuman bersoda, ada baiknya menggunakan sedotan sehingga air soda langsung terminum dan tidak terlalu lama bersentuhan dengan gigi.
5. Kunyah Permen Karet
Permen karet terbuat dari bahan Xylitol. Xylitol merupakan kelompok gula alcohol yang dalam penelitian selama 25 tahun terakhir terbukti dapat mencegah kerusakan gigi. Untuk mengurangi penggunaan gula baik sukrosa maupun glukosa, khususnya dari produk – produk gulu (misalnya permen), kini telah ditawarkan bahan pemanis asalmi pelindung gigi, yaitu Xylitol. Xylitol tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri perusak gigi yang berarti bahwa senyawa asam tak diproduksi bakteri. Ini bisa mempertahankan pH permukaan gigi yang terpelihara berada di atas 5,7.